LogoLogo

7 Elemen Desain Dan Cara Menggunakannya Di Interior Hunian Anda

01 December 2021 / Design

Malindafurniture.com - 7 elemen desain dirancang untuk membantu Anda menyeimbangkan skema interior sehingga tampilan akhir terlihat estetis, sekaligus fungsional. Desain adalah ilmu begitu juga dengan seni. Mengatasi setiap elemen yang membentuk setiap desain dapat meningkatkan fitur terbaik ruangan, mengimbangi kekurangan apa pun, dan menciptakan interior yang memuaskan mata, rasa sentuhan, dan memenuhi peran praktisnya.

 

Apa Saja 7 Elemen Desain Itu?

7 elemen desain mempertimbangkan ruang, garis, bentuk, cahaya, warna, tekstur dan pola. Keseimbangan elemen-elemen ini sangat penting untuk setiap skema.

 

  1. Ruang

'Ruang' mengacu pada jarak antara dan di sekitar furnitur dan benda-benda dan proporsinya di dalam sebuah ruangan. Mendapatkan keseimbangan dalam ruangan dengan tepat bergantung pada penggunaan ruang 'positif' dan 'negatif' dengan tepat. Ruang positif adalah tempat benda-benda ruangan – seperti sofa dan kursi – diposisikan, sedangkan ruang negatif mengacu pada celah di antara keduanya, dan mencakup ruang sirkulasi untuk menavigasi ruangan, serta area yang dibiarkan terbuka untuk mencegah ruangan dari merasa berantakan.

Sumber : https://malabar.com.pt/blog/minimalist-interiors/

 

  2. Garis

Baik fitur struktural maupun perabotan ruangan dapat menciptakan garis yang sangat memengaruhi nuansa ruang, dan juga dapat digunakan untuk memberi perhatian pada titik fokus. Selain horizontal dan vertikal, mereka bisa dinamis. Garis horizontal, seperti garis meja, memberikan kesan stabilitas pada interior. Mereka juga bisa membuat ruangan terasa lebih luas. Garis vertikal ruangan berasal dari fitur seperti jendela dan pintu atau mungkin perapian tinggi.

Mereka dihargai karena memberikan perasaan kebebasan dan dapat membuat ruangan tampak lebih tinggi. Memilih perabot yang tinggi, misalnya, dapat mengarahkan pandangan ke atas dan mempertinggi ruangan secara visual. Dalam skema apa pun keseimbangan antara garis horizontal dan vertikal sangat penting.

Sumber : https://www.interiorzine.com/2018/11/14/luxury-apartment-in-zhuhai-by-cheng-chung-design/

 

  3. Bentuk

Bentuk mencakup bentuk ruangan itu sendiri beserta benda-benda di dalamnya seperti furnitur, karya seni, dan aksesori dekoratif. Bentuk-bentuk ini mungkin geometris – yang memiliki garis dan sudut yang tepat – atau alami – bukan hanya bentuk alam yang tidak beraturan tetapi juga potongan-potongan yang melengkung. Kunci dari bentuk-bentuk ini adalah – sekali lagi – keseimbangan dan bentuk alami dapat menghadirkan kelembutan pada interior yang kontras dengan geometris yang lebih kuat.

Sumber : https://romysdesign.wordpress.com/2021/02/12/zen-home/

 

  4. Cahaya

Sebagian besar interior memanfaatkan cahaya alami dan pencahayaan buatan. Meskipun kuantitas dan kualitas siang hari mungkin tampak tetap, perlu diingat bahwa itu dapat disaring dengan tirai dan penutup jendela. Bisa juga ditingkatkan jika kurang dengan teknik seperti menggantung cermin, meminjamnya dari ruangan lain, dan, sekali lagi, dengan perawatan jendela, meskipun dalam hal ini yang memungkinkan cahaya maksimal mencapai ruangan.

Cahaya buatan berasal dari pencahayaan ambient atau latar belakang ruangan, pencahayaan aksen yang menarik perhatian objek atau fitur, dan pencahayaan tugas yang membuat dapur aman untuk persiapan makanan, meja kantor yang cukup terang untuk bekerja, atau area ruang tamu yang nyaman untuk membaca.

Sumber : https://www.clare.com/blogs/articles/hiring-an-interior-designer?epik=

 

 

  5. Warna

Warna penting bukan hanya karena menciptakan suasana dalam sebuah ruangan, tetapi karena memiliki kekuatan untuk membuat ruangan terasa lebih besar, lebih terang, atau lebih nyaman. Tentu saja, sangat penting bahwa warna yang dipilih melengkapi penggunaan ruangan dengan nuansa yang lebih tenang untuk kamar tidur, misalnya, atau warna energik di kantor rumah. Jam dalam sehari, dan apakah itu terlihat dalam cahaya alami atau buatan akan mempengaruhi sifat warna, jadi keberhasilan dalam menggunakannya berarti mempertimbangkan hal ini sebelum membuat pilihan.

Sumber : https://mrandmrshowe.com/lifestyle-blog/best-pink-rooms-interior-inspiration-ideas

 

  6. Tekstur

Tekstur diperhitungkan karena rasanya, tentu saja, tetapi juga karena tampilannya, dan setiap bagian dari skema ruangan mulai dari furnitur dan penutup lantai hingga kain dan aksesori dekoratif berkontribusi pada pemilihan tekstur di sebuah ruangan. Mencampur tekstur dan mengontraskannya menambah kedalaman dan ketertarikan skema ruangan.

Sumber : https://www.studiolinteriordesign.com/blog/2021/5/24/west-houston-guest-suite

 

  7. Pola

Pola adalah elemen lain yang menambahkan minat dan kehidupan ke ruangan, seperti tekstur, dan mungkin berasal dari permadani, wallpaper, perabotan lembut, dan karya seni. Gaya pola apakah itu bunga, geometris, abstrak, atau desain lainnya harus selaras dengan keseluruhan gaya skema.

Sumber : https://tinykelsie.com/2020/04/08/black-and-white-graphic-murals-and-wallpaper/amp/

 

Kami harap daftar 7 elemen desain ini dapat membantu Anda! Jangan lupa bahwa penataan hunian menciptakan ruang yang harmonis di mana Anda dapat merasa tenang dan rileks. Jadi, hiasi selalu dengan rasa keteraturan dan keselarasan dengan bagian hunian lainnya. Jika Anda membutuhkan jasa desain hunian dan ingin mewujudkan interior rumah impian, Anda juga bisa menghubungi tim desain interior di Malinda Furniture Gallery. Showroom furniture mewah di jakarta yaitu Malinda Furniture Gallery juga menjual berbagai jenis furniture hingga dekoratif yang mempermanis rumah Anda.